Membasmi Pandemi di Ujung Senja Nusantara: Inspirasi dari Pendayagunaan Dana Desa di Aceh Besar

Ditulis oleh: Muhammad Nur, Kepala Seksi VERA KPPN Banda Aceh

     Sudah hampir 2 tahun pandemi Covid-19 menerpa hampir seluruh bagian dunia, termasuk di negeri kita tercinta, Indonesia. Kehadiran pandemi yang tidak terduga dan berkepanjangan, telah meruntuhkan banyak sektor, seperti ekonomi, pariwisata, perhotelan, dan bisnis-bisnis lain. Pemerintah pun menggalakkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), untuk membangkitkan dan memulihkan negeri ini dari pandemi. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) yang juga bersumber dari APBN. Melalui BLT Dana Desa, pemulihan ekonomi dan kesehatan diharapkan dapat berjalan secara simultan, yang dimulai dari unit pemerintahan terkecil, yakni desa.

     Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu terluas di Provinsi Aceh, terus berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan diri dari pandemi. Di wilayah Kabupaten Aceh Besar, aparatur gampong atau desa berkreasi dan berinovasi untuk memberdayakan Dana Desa tidak hanya sekedar sebagai bantuan kepada masyarakat terdampak, akan tetapi juga mendayagunakan sebagian porsi dari Dana Desa untuk membuat program ketahanan pangan, investasi, dan penanganan pandemi. Seperti halnya yang dilakukan oleh Gampong Meunasah Intan, BLT Dana Desa memang diberikan langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan luas wilayah berkisar 75 hektare dan berpenduduk sekira 1.100 jiwa, Gampong Meunasah Intan pada tahun 2021 mengelola Dana Desa sebesar Rp. 1.027.668.306,-. Akan tetapi bagian/porsi lain dari Dana Desa yang diterima dapat digunakan oleh aparatur gampong bersama masyarakat untuk menanami lahan tidur milik gampong dengan beragam sayuran dan palawija. Metode ini terbukti relatif berhasil membuat masyarakat terdampak, termasuk warga gampong secara umum untuk memperoleh bahan makanan tanpa harus pergi ke pasar. Bahkan, hasil dari pertanian tersebut dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi pihak gampong yang nantinya masuk ke dalam laporan Pendapatan Asli Gampong (PAG).

      Selain pertanian, bidang peternakan juga mendapat perhatian yang cukup besar di wilayah Aceh Besar untuk mendayagunakan Dana Desanya sebagai modal atau investasi. Sebagai contoh, Gampong Cot Peutano dengan luas wilayah sekira 75 hektare dan berpenduduk berkisar 550 jiwa mengelola Dana Desa sebesar Rp. 938.498.286,- serta Gampong Meunasah Lam Girek dengan luas wilayah sekira 550 km2 dengan jumlah penduduk berkisar 214 jiwamendapatkan Dana Desa sebesar Rp. 1.021.793.285,-yang mendayagunakan Dana Desanya untuk usaha penggemukan sapi. Di Gamping Cot Peutano, usaha penggemukan sapi ini bekerjasama dengan kelompok pemuda yang telah memiliki lahan dan kandang untuk kemudian pihak gampong menjadi investornya. Keuchik (kepala desa) Cot Peutano, Sahib ST menjelaskan bahwa mekanisme bagi hasil (1/3 bagian dari keuntungan penjualan) telah menjadi salah satu PAG yang relatif signifikan bagi pihak gampong. Menurut Firdos, Kepala Bidang Pengembangan Pemerintahan Mukimdan Gampong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar, di wilayah Kabupaten Aceh Besar terdapat setidaknya 50 gampong yang menggunakan metode serupa, baik itu untuk pertanian, peternakan, maupun usaha lainnya.

     Sementara itu, hal serupa juga dilakukan oleh aparatur Gampong Meunasah Lam Girek. Pihak gampong bekerjasama dengan beberapa warga membangun kandang sapi di lahan tidur milik gampong. Model-model usaha semacam ini umumnya dikelola oleh BUMG (Badan Usaha Milik Gampong).Keuntungan dari bagi hasil penjualan sapi juga dimasukkan ke dalam PAG. Selain pemanfaatan Dana Desa untuk usaha penggemukan sapi, pihak gampong juga membangun/melengkapi fasilitas air bersih untuk kebutuhan warga gampong dan sekitarnya yang belum terjangkau oleh jaringan pipa PDAM. Model yang digunakan oleh pihak gampong adalah mirip sebagaimana dengan model pipanisasi dan tagihan ala PDAM. Dengan cara ini, pihak gampong juga bisa mendapatkan keuntungan lain yang masuk ke dalam PAG. Selanjutnya, gampong juga memberikan pinjaman berupa pupuk, biaya pembajakan sawah, dan sebagainya kepada warga pada awal masa tanam sehingga warga menjadi lebih mudah memperoleh modal. Biaya-biaya tersebut akan dikembalikan oleh warga kepada gampong setelah sawah-sawah mereka panen.

      Pemberdayaan masyarakat desa melalui pendayagunaan Dana Desa untuk usaha produktif seharusnya sudah menjadi sebuah tradisi di seluruh wilayah negeri ini. Pihak aparatur desa dan warga dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif (dalam hal yang sederhana sekalipun) untuk bisa mendayagunakan Dana Desa untuk usaha-usaha produktif. Aparatur desa tidak lagi hanya berkutat seputar pembangunan fisik seperti gapura, selokan, dan jalan. Aparatur desa bersama warga perlu memikirkan usaha-usaha lain dengan melihat potensi alam, SDM, dan potensi lain yang dimiliki oleh desa masing-masing. Di gampong Meunasah Intan misalnya, aparatur desa membangun rumah sewa karena mereka melihat potensi berupa adanya kampus-kampus atau universitas di sekitar wilayah gampong. Rumah-rumah sewa ini tentu merupakan suatu usaha produktif dimana hasil sewa rumah dapat dimasukkan ke dalam PAG. Selain rumah sewa, BUMG Meunasah Intan juga memiliki usaha produksi tutup botol air minum galon isi ulang.

      Kreativitas dan inovasi semacam inilah yang diperlukan oleh para aparatur desa bersama warga sehingga cita-cita kemandirian yang dimulai dari desa dapat terwujud dengan baik.Kejelian aparatur desa bersama warga untuk melihat potensi desa dapat melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam mendayagunakan Dana Desa mereka.

 

Artikel ini telah dimuat di detikFinance pada tanggal 21 Oktober 2021 (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5776469/membasmi-pandemi-di-nusantara-inspirasi-daya-guna-dana-desa-di-aceh-besar?utm_source=copy_url&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=finance)

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Banda Aceh
Gedung Keuangan Negara, Gd A Lantai 1 
Jl Tgk Chik Di Tiro, Gampong Ateuk, Kec. Baiturrahman
Tel: 0651-29804 Fax: 0651-29804

IKUTI KAMI

Search