Berita

Seputar KPPN

INDOOR CAPACITY BUILDING KPPN BIAK 2020

Dalam rencana kerja kegiatan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) KPPN Biak Tahun 2020, telah ditetapkan kegiatan capacity building sebagai salah satu agenda kegiatan yang harus dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Kegiatan tersebut merupakan upaya KPPN Biak dalam rangka mendukung tujuan dari pelaksanaan pembangunan ZI WBK/WBBM dengan tiga sasaran hasil utama:

  1. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi.
  2. Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN; dan
  3. Peningkatan layanan public.

Hal ini, juga selaras dengan program reformasi birokrasi yang dilaksanakan secara massif oleh Kemenkeu sejah tahun 2007, dengan pilar utama yaitu pilar organisasi, pilar proses bisnis, dan pilar SDM.

Selain itu, kegiatan capacity building dimaksud, penting untuk menjaga motivasi dan komitmen dati para pegawai KPPN Biak dalam mensukseskan salah satu amanah yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada KPPN Biak yang ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan Penilaian Unit Kerja Berpredikat WBK dan WBBM Tingkat Nasional, yang diinisiasi oleh Kementerian PAN dan RB.

Secara umum, bila kita melihat maksud dan tujuan dari Pembangunan ZI WBK/WBBM, maka dapat dilihat dari pengertian nama kegiatan itu sendiri, yaitu:

  1. Zona Integritas; dengan tujuan agar pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen pelaksanaan reformasi birokrasi , khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas layanan public.
  2. Menuju WBK; dengan tujuan memenuhi pelaksanaan manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan system manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabillitas kinerja.
  3. Menuju WBBM; dengan tujuan untuk memenuhi tujuan WBK ditambah dengan penguatan kualitas pelayanan public.

Kegiatan Capacity Building tersebut diagendakan dan dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mendukung ketercapaian dari tujuan tujuan besar dari pembangunan ZI WBK/WBBM dimaksud, terutama dari sisi penguatan SDM pada KPPN Biak.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini, dengan segala pembatasan dan tatanan kehidupan baru, maka kegiatan capacity building untuk bulan Juli 2020 yang sedianya merupakan tahap pertama yang direncanakan di tahun 2020, dengan aktifitas di luar kantor dan bertujuan untuk meingkatlkan kekaraban dan kerjasama/sinergi diantara pegawai KPPN Biak, harus disesuaikan menjadi Indoor Capacity Building berupa peningkatan motivasi dan pegembangan kapasitas pegawai dari segi soft competency.

Kegiatan capacity building KPPN Biak dimaksud sudah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2020 di Aula GKN Subperwakilan Biak, dengan menghadirkan narasumber dari IISIP YAPIS Biak Numfor. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Biak dengan semangat tinggi dengan suasana serius tapi santai. Adapun pelaksanaan kegiatan dapat dilaporkan sebagai berikut:

  1. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa bersama.
  2. Kepala KPPN Biak, Bapak Bagong Iswanto menyampaikan kata sambutan/pembukaan, dengan menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan capacity building sebagaimana dimaksud, serta harapan agar pegawai KPPN Biak tetap termotivasi dalam melaksanakan peningkatan tugas dan layanan kepada stakeholder sebagai salah satu komitmen dalam pembangunan ZI WBK/WBBM.
  3. Sesi pertama penyampaian materi oleh narasumber (Bapak Busyairi Achmad, S.Sos., M.Pd.), adalah mengenai “New Normal and New Spirit Amid Pandemic” yang menjelaskan bagaimana agar kita tetap termotivasi dalam kehidupan di masa pandemi Covid-19 ini serta melihat permasalahan selama pandemi Covid-19 dari sisi sosiologisnya. Kita dihadapkan dengan transfer peradaban dengan tujuan nanti adalah tata perilaku hidup di era new normal, dimana salah satu dampak/konsekuensinya adalah adanya disrupsi social, budaya, politik, ekonomi, dan pelayanan publik. Pelayanan publik dimaksud, kedepannya akan lebih berbasis online, dan KPPN Biak dengan SDM yang mayoritas berusia muda dengan kompetensi pegawai yang baik, tentunya diharapkan berhasil dalam menghadapi perubahan tersebut. Pada akhirnya, dari semua penjelasan yang disampaikan oleh narasumber, kita sebagai manusia dalam menghadapi perubahan kondisi tersebut, secara psikologi harus jangan takut dan menghilangkan stigma negative yang ada dengan menghindari informasi-informasi yang negative, namun tetap harus waspada dengan mengikuti kebijakan protocol kesehatan yang diatur, sehingga imunitas tubuh akan tetap terjaga baik dan semangat dalam menghadapi kehidupan new normal.   
  4. Sesi Kedua penyampaian materi narasumber (Bapak Rudiyansyah, S.Sos., M.AP.), adalah mengenai motivasi kerja pegawai dalam organisasi. Adapun beberapa pokok penjelasan narasumber antara lain:
    1. Definisi motivasi kerja pegawai itu sendiri, yang merupakan proses pengembangan dan pengarahan perilaku atau kelompok untuk menghasilkan luaran (output) yang di harapkan, sesuai dengan sasaran dan tujuan yang akan dicapai dalam organisasi.
    2. Aspek-aspek yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai, seperti aspek kebutuhan, tujuan, sikap, dan kemampuan.
    3. Unsur penggerak motivasi pegawai, antara lain; prestasi, penghargaan, tanggung jawab, pengembangan, dan kesempatan.
    4. Kiat/cara mempertahankan motivasi kerja, antara lain: kerja diniatkan sebagai ibadah, seni/hobi, rasa syukur, tanggung jawab kebutuhan, manfaat atau contoh bagi orang lain, serta meningkatkan strata social.
    5. Motivasi kerja ditentukan pula seberapa baik pegawai tersebut dapat mengelola permasalahan. Karyawan/pegawai yang profesional dalam bekerja dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi baik masalah individu (internal, eksternal) maupun pada masalah organisasi (internal), memikirkan solusi dari pada memikirkan masalah dan, selalu berpikir positif.
    6. Dan yang terpenting, peran leader baik atasan, organisasi, dan dari diri sendiri, merupakan kunci utama dari keberhasilan uapaya meningkatkan motivasi kerja.
  5. Sesi Ketiga/terakhir berupa penyampaian materi oleh narasumber (Bapak Iswahyudi, S.IP., M.IP.), menyambung materi sebelumnya dengan menyampaikan fungsi kepemimpinan di masa krisis pandemi Covid-19. Adapun pokok-pokok materi yang disampaikan oleh narasumber antara lain:
    1. Motivasi bekerja merupakan permasalahan SDM yang sering.banyak terjadi di instansi/perusahaan, karena sangat dipengaruhi oleh mindset pegawai tersebut dalam bekerja.
    2. Mindset yang dimiliki pegawai diidentifikasi ada tiga macam, yaitu bekerja dianggap sebagai tugas yang membebani, sebagai karir, atau sebagai panggilan. Ketiga hal tersebut mempengaruhi sikap dan hasil pekerjaan pegawai.
    3. Oleh karena itu peran pemimpin/leadership sangat penting dalam usaha menciptakan karyawan yang high performance (kinerja maksimal dan berperilaku baik), dengan tiga keterampilan dasar High Performance Leadership. Ketiga keterampilan dasar tersebut, antara lain kemampuan mendiagnosa pegawai, kemampuan untuk fleksibel (gaya kepemimpinan bervariasi), dan keterampilan pengembangan kinerja (kemampuan komunikasi).
  6. Selanjutnya acara ditutup oleh Kepala KPPN Biak, dengan menyampaikan harapannya kepada para pegawai KPPN Biak, agar dapat mengambil ilmu dan manfaat dari apa yang telah disampaikan oleh narasumber, dan mampu menjadikan pegawai lebih termotivasi dalam bekerja dan meningkatkan layanan KPPN Biak. Terakhir, acara ditutup dengan yel-yel semangat pagi, salam perbendaharaan, dan KPPN Biak baik.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search