Berita

Seputar KPPN

[Sopan Terpadu: Pembahasan PEN Pesantren]

 

2,6 Triliun Anggaran PEN Pesantren, Bagaimana strategi untuk memastikan pencairan dananya tepat waktu dan tepat sasaran?

Meningkatnya penyebaran COVID-19 memaksa mayoritas pesantren harus menghentikan kegiatan belajar. Menanggulangi dampak ikutan lainnya yang terjadi, pemerintah menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat membantu ratusan ribu pesantren untuk dapat memulai kembali kegiatan belajar mengajar di masa new normal.

KPPN Jakarta IV menaruh perhatian besar pada isu nasional ini. Melalui inovasi Sopan Terpadu (Solusi Pelaksanaan Anggaran Terpadu), KPPN Jakarta IV mengundang Direktur PA DJPb, Kanwil DJPb DKI Jakarta, serta unit terkait di lingkungan Kemenag yaitu Sesditjen Pendidikan Islam (Pendis), Direktur PD.Pontren, Kabag Perencanaan Sesditjen Pendis, Kabag Keuangan Pendis, dan Kasubbag TU PD.Pontren untuk koordinasi agar program ini dan penyaluran anggarannya berjalan lancar. Peserta rapat sepakat agar penyaluran dana PEN Pesantren ini dapat segera dilaksanakan dengan tetap menjaga akuntabilitasnya.

Strategi yang dilakukan di antaranya: melakukan validasi penerima bantuan melalui EMIS, pencairan dana berangsur tergantung progress validasi, membuka RPL (Rekening Pemerintah Lainnya) untuk penerima bantuan secara kolektif oleh Ditjen Pendis, membuat rencana penarikan dana/renkas, dan koordinasi intensif antara Ditjen Pendis dan KPPN. Lebih lanjut, Dit.PA juga akan mengundang Ditjen Pendis untuk menyelesaikan kendala administrasi yang ada.

Mari, kita kawal #UangKita agar penggunaannya tepat sasaran.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search