Berita

Seputar Kanwil DJPb

ONE-ON-ONE MEETING PENYERAPAN ANGGARAN DAN DEVIASI HALAMAN III DIPA SATKER LINGKUP KPPN JAKARTA V

Merujuk kepada Perdirjen Perbendaharaan nomor 4 tahun 2021, Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) merupakan indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan selaku BUN untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga dari sisi kesesuaianĀ  terhadap perencanaan, efektivitas pelaksanaan anggaran, efisiensi pelaksanaan anggaran, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Secara teknis, terdapat 13 indikator IKPA yang wajib dimonitor pencapaiannya, baik oleh Satuan Kerja maupun oleh KPPN. Guna memberikan edukasi kepada satker mengenai indikator-indikator ini, KPPN Jakarta V menyelenggarakan one-on-one meeting Penyerapan Anggaran dan Deviasi Halaman III DIPA. Dua indikator ini dipilih karena mempunyai bobot yang signifikan terhadap total nilai IKPA.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021 melalui media zoom. Secara khusus, KPPN Jakarta V hanya mengundang Satker dengan nilai IKPA Penyerapan Anggaran di bawah 70% dan nilai IKPA Deviasi Halaman III DIPA di bawah 80%. Acara dilaksanakan dalam bentuk diskusi semi formal supaya Satker dapat lebih leluasa untuk menyampaikan hambatan yang dihadapi baik yang bersifat kebijakan atau teknis/aplikasi.

Acara dimoderatori oleh Bapak Ade Bebi Irama, Kepala Seksi MSKI, untuk kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi serta data IKPA Penyerapan Anggaran dan Deviasi Halaman III DIPA per 30 September 2021 oleh Kepala Kantor KPPN Jakarta V, Ibu Dewi Yanti. Selain itu, juga dibahas secara detail mengenai strategi yang dapat diambil oleh Satker untuk mempercepat ataupun untuk mengurangi deviasi halaman III DIPA.

Sesi selanjutnya yaitu sesi diskusi atau tanya jawab. Satker mengajukan pertanyaan melalui fitur chat di zoom ataupun dengan cara raise hand. Secara umum, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh Satker sebagian besar menyangkut proses revisi halaman III DIPA, revisi pagu minus, revisi POK, maupun hal yang lebih teknis seperti aktivasi OTP SAKTI.

Dalam sesi ini, Firman Adi Prabowo, PTPN Mahir KPPN Jakarta V, membantu memberikan penjelasan kepada Satker secara lebih detail terutama yang berhubungan dengan aplikasi seperti OMSPAN, SAS dan SAKTI. Diikuti oleh 202 peserta, acara berlangsung meriah dalam suasana kekeluargaan. Walaupun semua pertanyaan terjawab, namun KPPN Jakarta V memberikan kesempatan kepada peserta untuk tetap berkomunikasi lewat WA atau HAI CSO apabila terdapat hal yang ingin ditanyakan.