Rekonsiliasi UAKPA

Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sember yang sama. Rekonsiliasi antara UAKPA dengan KPPN dilaksanakan setiap bulan, paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setelah bulan bersangkutan berakhir atau pada hari kerja sebelumnya jika tanggal 10 adalah hari libur. Hasil rekonsiliasi dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR).
Dasar Hukum
Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 104/PMK.05/2017 tentang Pedoman Rekonsiliasi dalam Penyusunan Laporan Keuangan Lingkup Bendahara Umum Negara dan Kementerian Negara/Lembaga
Gambaran Umum Aplikasi e-Rekon&LK
Dokumen yang disampaikan untuk Rekonsiliasi UAKPA
Periode Rekonsiliasi
Tahapan Proses Rekonsiliasi
Sanksi
Link e-Rekon & LK

Reset BAR

Ketentuan Umum
Proses analisis laporan keuangan dilaksanakan oleh satker maupun oleh unit pelaporan di atasnya. Sehingga dimungkinkan setelah BAR terbit, terdapat perbaikan berdasarkan hasil analisa/ telaah dari unit akutansi dan pelaporan. Atas perbaikan tersebut harus dilakukan pembatalan BAR (reset BAR) dan unggah ulang ADK.

Pembatalan BAR serta unggah ulang ADK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Satker yang melakukan perbaikan data harus melakukan pengunggahan ulang ADK ke Aplikasi e-Rekon&LK.
  2. Bagi Satker yang telah mendapatkan BAR atas rekonsiliasi yang dilakukan, maka Satuan Kerja tersebut harus menyampaikan Surat Permohonan Reset BAR ke KPPN Kotabumi sebelum mengunggah kembali ADK ke Aplikasi E-Rekon&LK.
  3. Permintaan untuk pembatalan BAR disampaikan secara tertulis ke KPPN mitra kerja.
  4. Berdasarkan Surat Permohonan Pembatalan BAR, KPPN Kotabumi akan melakukan langkah Pembatalan BAR pada aplikasi e-Rekon&LK.
  5. Pembatalan BAR dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan Satker, tanpa memperhatikan jadwal open-close period.
  6. Satker yang telah mengajukan pembatalan BAR dan disetujui KPPN Kotabumi, harus melakukan proses uplaod ADK ulang sampai dengan terbitnya BAR.
Format dan Blangko

Proses Bisnis Rekonsiliasi pada e-Rekon & LK

Proses Bisnis Rekonsiliasi Dengan e-Rekon
  1. Dengan adanya Aplikasi e-Rekon-LK, satuan kerja dapat melakukan rekonsiliasi secara mandiri.
  2. Aplikasi e-Rekon-LK dapat diakses pada alamat http://e-rekon-lk.djpbn.kemenkeu.go.id melalui jaringan internet
  3. Satker menggunggah data kiriman dari Aplikasi SAIBA atau hasil push data dari aplikasi SAKTI ke Aplikasi e-Rekon-LK menggunakan user e-Rekon-LK masing-masing
  4. Proses rekonsiliasi akan berjalan secara otomatis kemudian satker dapat mengunduh laporan hasil rekonsiliasi => data sama atau tidak
  5. Dari hasil rekon, apabila menurut ketentuan bisa diterbitkan BAR, sistem akan memberikan status bahwa BAR siap untuk ditandatangani oleh KPA
  6. Tanda tangan dimaksud disini adalah tanda tangan elektronik, dengan mengisikan PIN
  7. Apabila diperlukan perbaikan, satker dapat melakukan perbaikan data dan mengunggah ulang data ke Aplikasi e-Rekon-LK.
  8. Setiap perubahan data yang diunggah ke e-Rekon-LK memerlukan approval dari KPPN
  9. Setelah BAR ditandatangani oleh KPA, sistem akan memberikan status bahwa BAR siap untuk ditandatangani oleh KPPN (tanda tangan elektronik dengan mengisikan PIN)
  10. Rekon selesai apabila BAR sudah dicetak, tanda tangan yang tertera pada BAR untuk KPA maupun KPPN tersaji dalam bentuk barcode
Prosedur Pengoperasian e-Rekon-LK pada Satuan Kerja
Diagram Proses e-Rekon

Rekonsiliasi bagi Pengguna SAKTI

Mekanisme Push Aplikasi SAKTI
  1. Push data yang dimaksud adalah push data yang dilakukan oleh system, bukan push data manual dan dilakukan dalam rangka rekonsiliasi.
  2. Push data dapat dilakukan apabila:
    1. Periode rekonsiliasi sudah dibuka
    2. Satker sudah melakukan tutup periode sampai dengan periode rekonsiliasi
    3. Realisasi kinerja/ capaian output sudah diinput (dari modul Komitmen). Adapun monitoring pengisian capaian output dapat dilakukan melalui MONSAKTI (https://monsakti.kemenkeu.go.id/dist/app/ #monsakti/komitmen/MonitoringCapaianOutput).
    4. Apabila terdapat perbaikan data satker, maka akan dilakukan push ulang apabila status rekonsiliasi sebelumnya untuk periode yang sama belum sampai TTD KPA (tanda tangan KPA).
  3. Sebelum melakukan tutup periode, satker harus memastikan semua transaksi pada periode tersebut sudah diinput semua (termasuk sudah di approve) sesuai dengan dokumen sumber yang ada dan telah diverifikasi untuk memastikan kebenaran data yang diiput. Operator pada Modul GLP dapat berkoordinasi dengan operator di modul lain untuk memastikan hal ini.
  4. Operator GLP harus memastikan seluruh jurnal transaksi dari masing-masing sub modul sudah tervalidasi dan terposting, hal ini dapat dilihat pada menu monitoring jurnal modul GLP.
  5. Operator GLP dapat melakukan pencetakan laporan rekonsiliasi internal antara modul GLP vs Persediaan, modul GLP vs Aset tetap serta GLP vs Bendahara untuk memastikan tidak ada selisih transaksi/apabila terdapat selisih bisa dijelaskan.
  6. Pastikan periode masing-masing modul sudah tertutup (modul Persediaan dan modul Aset) dan modul GLP sudah dilakukan tutup buku sementara.
  7. Proses push data dilakukan secara system secara scheduler/berkala menyesuaikan jadwal E-Rekon-LK.
  8. Monitoring Push data ke Erekon-LK dapat di monitor pada monsakti pada menu GLP > Monitoring Push data SAKTI-Erekon (https://monsakti.kemenkeu.go.id/app/#monsakti/ledger/sdhPUSH)
  9. Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut, silakan mengajukan ke HAI DJPB.
Langkah-Langkah Rekonsiliasi Laporan satker Pengguna SAKTI

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

© 2021 DItjen Perbendaharaan. All Rights Reserved. Managed By DorinteZ

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Layanan Pengaduan

Search