Tujuan RSPP adalah:

  1. Implementasi kebijakan money follow program
  2. Memperkuat penerapan anggaran berbagai kinerja
  3. Meningkatkan kovergensi program dan kegiatan antar Kementerian/Lembaga (K/L)
  4. Keselarasan rumusan program dan kegiatan antara dokumen perencanaan dan dokumen penganggaran
  5. Informasi kinerja yang mudah dipahami oleh publik
  6. Mendorong K/L menerapkan value for money dalam proses perencanaan dan penganggaran serta pelaksanaannya
  7. Sinkronisasi rumusan program belanja K/L dengan belanja daerah
  8. Menyelaraskan visi misi presiden, fokus pembangunan (arahan Presiden), serta 7 Agenda Pembangunan, Tusi K/L dan Daerah
  9. Rumusan nomenklatur Program, Kegiatan, Keluaran (Output) yang mencerminkan “real work” (konkret)       

Manfaat RSPP adalah:

  1. Adanya hubungan yang jelas antara program, kegiatan, output, dan outcome
  2. Meningkatkan sinergi antar unit kerja eselon I atau antar K/L dalam mencapai sasaran pembangunan
  3. Meningkatkan efisiensi belanja
  4. Integrasi sistem IT perencanaan dan penganggaran
  5. Efisiensi organisasi

Redesain Program

  • Program mencerminkan tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga yang dapat digunakan oleh 1 (satu) atau lebih Unit Kerja Eselon (UKE) 1
  • Sasaran Program mencerminkan hasil kinerja program yang ingin dicapai secara Nasional
  • Jenis Program: Program generik dan program teknis (spesifik K/L dan lintas K/L)
  • Untuk Program teknis lintas K/L, rumusan sasaran program dan indikator kinerja program dapat dirumuskan berbeda sesuai tugas dan fungsi unit serta kontribusinya terhadap program.

Redesain Kegiatan

  • Kegiatan mencerminkan aktivitas yang dilaksanakan oleh unit untuk menghasilkan keluaran dalam rangka mendukung terwujudnya sasaran
  • Jenis kegiatan: kegiatan generic dan kegiatan teknis (spesifik dan lintas)
  • Pada kegiatan lintas, akuntabilitas kinerja dirumuskan dengan rumusan sasaran kegiatan dan/atau indikator kinerja kegiatan yang berbeda untuk Unit Kerja Pelaksana masing-masing.

Redesain Output

  • Rumusan nomenklatur output dibedakan menjadi 2 (dua): Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO)
  • KRO merupakan kumpulan RO yang disusun secara sistematis berdasarkan muatan keluaran (output) yang sejenis/serumpun berdasarkan sektor/bidang/jenis tertentu
  • RO adalah output riil yang bersifat spesifik yang dihasilkan oleh unit kerja K/L yang berfokus pada isu dan/atau lokasi tertentu, dan terkait secara langsung dengan tugas dan fungsi unit kerja dalam mendukung pencapaian sasaran kegiatan.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search