Berita

Seputar Kanwil DJPb

Revolusi Treasuri 4.0

   

    Sering kita mendengar istilah revolusi industri 4.0 dari berbagai media maupun dari topik pembicaraan akademisi atau para ahli ekonomi. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Klaus Martin Schwab, seorang teknisi dan ekonom Jerman, yang juga pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum. Maksud dari istilah revolulsi industri 4.0 adalah untuk menggambarkan kondisi saat ini yang sangat terpengaruh dengan teknologi komputer dan jaringan informasi.

    Efek yang paling terasa dari revolusi industri 4.0 ialah penggantian tugas dan pekerjaan. Pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia sebagian besar digantikan dengan sistem teknologi. Dampaknya, banyak lapangan pekerjaan yang hilang. Akan tetapi, pada saat yang sama lapangan pekerjaan baru yang tidak pernah terpikirkan muncul. Misalnya Vlogger yang menggunakan platform media sosial seperti youtube, ojek berbasis aplikasi online yang menggunakan kendaraan pribadi, penjual barang tanpa memiliki took fisik, dan sebagainya.

    Berkaitan dengan instansi pemerintahan, khususnya DJPb, revolusi industri 4.0 ini telah dimanfaatkan dengan memaksimalkan fungsi pelayanan. Banyak penggunaan platform media sosial, teknologi komputer, internet, dsb yang semakin mempermudah akses pelayanan kepada pengguna atau Stakeholders. Sadar atau tidak saat ini sudah memasuki masa revolusi treasuri 4.0. Menjadi menarik jika membahas efek revolusi ini di beberapa tahun yang akan datang terkait fungsi DJPb, khususnya di daerah yang direpresentasikan oleh KPPN selaku pelayan perbendaharaan.

    Pengaruh revolusi ini sangat luas dan telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Jika sekilas melihat perkembangan yang terjadi hingga saat ini, maka ada beberapa tugas dan fungsi yang akan tergantikan dengan teknologi dan nantinya berakibat perubahan struktur organisasi. Kedepannya layanan pencairan dana dan verifikasi pelaporan keuangan bisa digantikan oleh sistem komputer. Bagian umum dan kepatuhan internal otomatis berubah atau berkurang fungsinya jika terdapat restrukturisasi organisasi, DJPb sudah tidak asing dengan hal seperti ini.

    Namun, ada fungsi di KPPN yang tidak akan tergantikan dengan teknologi yaitu fungsi edukasi. Materi edukasi mungkin bisa disampaikan melalui media sosial, tetapi memberikan pengajaran dan cara pemahaman kepada pegawai Satuan Kerja dengan tingkat pemahaman yang berbeda-beda pasti membutuhkan perhatian khusus, tidak bisa dengan teknologi. Banyak pegawai Satuan kerja pemerintah, terutama yang berada di daerah pinggiran atau perbatasan kualitas SDMnya berbeda dengan daerah perkotaan. Mereka sangat membutuhkan adanya edukasi terkait pengelolaan keuangan negara dan penggunaan teknologi itu sendiri.

    Revolusi ini juga mempengaruhi budaya dan pola kerja para pegawai. Pengaruh yang terasa diantaranya sekat antara bawahan dengan atasan menjadi minim, desain layout kantor di masa depan pun lebih terbuka, pekerjaan atau kegiatan menjadi transparan dengan adanya bantuan teknologi untuk proses monitoring sehingga memacu ritme kerja menjadi lebih cepat, hasil layanan yang terpantau membuat beberapa kantor di pusat sudah tidak mengenal lagi jam kerja rutin yang bersifat tetap dari pagi hingga sore tetapi menggunakan sistem shift atau pergantian seperti di swasta. Perubahan yang massif ini hendaknya disikapi dengan bijaksana dengan senantiasa menyiapkan tiap pribadi dengan perbekalan pengetahuan dan informasi terkait perkembangan teknologi. Hal yang tak kalah penting agar SDM KPPN dapat disiapkan oleh pusat untuk menajamkan tugas dan fungsi yang belum atau tidak akan digantikan oleh teknologi. Semoga DJPb selalu jaya, salam perbendaharaan.

 

Penulis: Shibgotullah Syubbanur Rpbbani

Editor: Aura Rahmadika

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search