Berita

Seputar Kanwil DJPb

BAGAIMANA SIH IMPLEMENTASI PUG DI KPPN PADANG?

KPPN Padang berkesempatan menjadi finalis dalam penilaian final atas implementasi pengarusutamaan gender pada kantor pelayanaan lingkup Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Melalui media zoom meeting, pada hari senin, 12 Oktober 2020 bertempat di Aula KPPN Padang, tim PUG KPPN Padang mengikuti penilaian oleh tim juri dari kantor pusat DJPb.

Tim PUG KPPN Padang dipimpin secara langsung oleh Kepala KPPN Padang, Tisari Yona Geumila, dan diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Padang serta PPNPN. Menggunakan konsep penyampaian melalui media berita, Duta PUG KPPN Padang, Bona Natanael Gatot menjadi pembawa acara pada kesempatan tersebut.

Diawali dengan penampilan tari pasambahan oleh pegawai KPPN Padang kegiatan tersebut dimulai. Tari pasambahan merupakan tari yang digunakan untuk menyambut tamu. Pegawai KPPN Padang disela kesibukannya, mengikuti latihan menari, sehingga mampu menampilkan tarian yang elok dipandang mata. Sebagai pemimpin TIM PUG KPPN Padang, ibu Tisari Yona Geumila, yang kerap dipanggil Bu Yona menyampaikan bagaimana sih implementasi PUG di KPPN Padang. Berawal dari kegusaran atas masih adanya kesenjangan gender yang terdapat pada internal maupun eksternal di KPPN Padang, serta mulai hangatnya informasi atas pengarusutamaan gender pada pemerintah. Telah kita ketahui Gender sifatnya lebih luas, dan berbeda dibandingkan jenis kelamin. jenis kelamin merupakan konstruksi biologis, kodrat dan universal, sedankgan gender merupakan perbedaan peran, status, tanggung jawab, fungsi perilaku laki-laki dan perempuan yang merupakan konstruksi sosial. Nah, jadi pemahaman atas gender itu sangatlah luas, yang menjadi focus utamanya sekarang dimanakah yang membuat kesenjangan gender? kesenjangan gender haruslah dilihat dari 4 aspek yaitu akses, partisipasi, control dan manfaat. Menurut KMK 807 Tahun 2018 dijelaskan bahwa terdapat 7 (tujuh) prasyarat pengarusutamaan gender antara lain komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber data, data pilah, alat analisis dan partisipasi.

Bu Yona selaku pucuk pimpinan KPPN Padang berkomitmen untuk mendukung implementasi PUG di KPPN Padang. Atas data pilah dan sumber daya yang dimiliki, KPPN Padang melakukan analisis dan menciptakan berbagai inovasi dalam bentuk kebijakan maupun fasilitas kantor yang bermanfaat bagi internal dan eksternal KPPN. seluruh inovasi yang diciptakan telah memiliki GAP (Gender Analysis Pathway) dan GBS (Gender Budget Statement) yang tercantum di DIPA Satker KPPN Padang tahun 2020. Tahun 2020 jumlah pegawai KPPN Padang berjumlah 34 orang, dengan komposisi 18 laki-laki dan 16 perempuan, dapat dikatakan pegawai KPPN Padang telah seimbang. untuk diketahui 40% dari jumlah seluruh pegawai telah berusia lebih dari 40tahun, sehingga dibutuhkan pemeriksaan kesehatan yang rutin sehingga dapat memastikan tingkat kesehatan pegawainya. Oleh sebab itu, muncullah kebijakan untuk diundangkan dokter umum yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap hari selasa sore. selain inovasi tersebut, KPPN Padang juga memiliki kebijakan work life balance (keseimbangan antara kehidupan pekerjaan maupun kehidupan pribadi) salah satu kegiatannya yaitu gowes bareng dan pelatihan yoga bagi pegawai perempuan. hal ini sangat penting karena dengan kondisi internal kantor yang kondusif dapat menciptakan situasi yang mampu memberikan aura positif bagi pegawai KPPN Padang.

KPPN Padang juga memiliki berbagai inovasi bagi eksternal diantaranya yaitu pemberdayaan UMKM melalui program UMI pemerintah, Kebijakan PUG dalam dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta kebijakan coaching clinic terkait potensi BUMNagari. Diharapkan dengan kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat serta akses kepada pihak perbankan atas kendala yang dihadapi oleh UMKM, dan BUMNagari. kesetaraan gender juga mendukung penggunaan fasilitasi khususnya bagi orang tua, ibu hamil dan kaum difable. KPPN Padang memiliki berbagai fasilitas diantaranya adanya paving blok bagi kaum tunanetra dalam mengakses KPPN Padang, parkir khusus difable, orang tua, dan khusus wanita, adanya pemisahan parkir laki-laki dan wanita, palanta sakato bagi satker, biliak saiyo bagi satker yang mengalami kendala, ruang bermain anak bagi satker yang membawa anaknya ke KPPN Padang, biliak basegeh yaitu ruang untuk berbenah dan ruang laktasi didalamnya bagi ibu menyusui). khusus untuk pegawai dengan ruangan yang nyaman dengan konsep ABW (activity base working) atau ruangannya dibebaskan dalam menentukan dimana pegawai mau bekerja, terdapat ruang istirahat dengan pojok PUG nya, serta balairung bandaro tempat pegawai bersenda gurau. fasilitas lainnya juga terdapat fasilitas sarana olahraga bagi internal diantaranya parkir sepeda, lapangan tenis, lapagan badminton, ruang fitness. KPPN Padang juga memiliki fasilitas seperti antrian khusus bagi ibu menyusui, toilet bagi kaum difable, hal itu bermanfaat apabila terdapat stakeholder KPPN Padang yang memiliki kemampuan khusus untuk dapat mengakses layanan KPPN Padang. Dengan komitmen, kebijakan dan fasilitas yang dimiliki, diharapkan KPPN Padang menjadi instansi yang ramah gender dan mampu menyebarkan virus kesetaraan gender bagi instansi lainnya.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search