Berita

Seputar Kanwil DJPb

Sampai dengan 10 Juli 2020, Belanja Negara Mencapai Rp1.110,0 Triliun

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Di tengah kasus baru COVID-19 yang masih terus muncul, pemerintah terus berupaya secara cepat dan luar biasa untuk menjalankan dan meningkatkan program-program guna mengatasi dampaknya. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penyesuaian kembali terhadap Postur dan Rincian APBN 2020 melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2020, guna menjaga kualitas, kesinambungan, dan kredibilitas APBN Tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan penanganan pandemi COVID-19 dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan. Hal tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan bantuan dan dukungan kepada kesehatan maupun perekonomian masyarakat agar dapat bangkit kembali.

Belanja Negara secara keseluruhan sampai dengan 10 Juli 2020 mencapai 40,5% atau sebesar Rp1.110,0 triliun, tumbuh 1,1% yoy. Pertumbuhan belanja negara terutama masih dipengaruhi oleh Belanja Bansos K/L yang telah terealisasi 62,6% atau tumbuh sebesar 45,5% yoy.

Realisasi Belanja K/L pada tanggal 6 s.d. 10 Juli 2020 adalah sebesar Rp8,6 triliun, terutama terdiri atas belanja Bansos yang sebesar Rp1,3 triliun. Berdasarkan kinerja APBN semester I, program perlindungan sosial telah menjangkau 60% masyarakat bawah. Program perlindungan sosial termasuk bansos bertujuan untuk menekan kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Kemiskinan. Adapun Belanja Modal adalah sebesar Rp1,1 triliun, terutama untuk pelaksanaan proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan bendungan oleh Kementerian PUPR.  Sedangkan Program Padat Karya Tunai di 4 K/L telah terealisasi sebesar Rp5,68 triliun.

Khususnya di bidang kesehatan, pemerintah berkomitmen secara bersama untuk terus mempercepat penyerapan anggaran dalam penanganan COVID-19. Ini dilakukan dengan percepatan pembayaran di bulan Juli 2020 lewat simplifikasi prosedur, adanya revisi Keputusan Menteri Kesehatan, juga penyediaan uang muka untuk klaim biaya perawatan.

Insentif bagi tenaga kesehatan yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk merawat pasien juga terus diberikan secara bertahap. Untuk periode pekan lalu, Insentif Tenaga Kesehatan (nakes) Pusat telah dicairkan sebesar Rp46,4 miliar sehingga total tersalurkan Rp213,1 miliar. Pada periode yang sama, santunan kematian nakes dicairkan sebesar Rp0,3 miliar, sehingga total tersalurkan Rp5,7 miliar.

Selain itu telah dibayarkan pula klaim biaya perawatan Pasien COVID-19. Realisasi berdasarkan pembayaran yang dilakukan oleh Kemenkes menggunakan Dana Siap Pakai BNPB sampai dengan 10 Juli 2020 sebesar Rp871,3 miliar, terdiri atas pembayaran uang muka atas klaim RS Rp379,9 miliar dan pelunasan klaim RS Rp491,9 miliar.

Adapun DAK Fisik dalam periode pekan lalu terealisasi sebesar Rp541,4 miliar, sehingga total sudah terealisasi Rp6,3 triliun. Ini termasuk DAK Fisik Bidang Kesehatan/Pencegahan COVID-19 sebesar Rp768,95 miliar atau sudah mencapai 99,97% dari yang dianggarkan. Untuk memperkuat ketahanan Desa, Transfer Dana Desa di periode ini adalah sebesar Rp1,3 triliun, termasuk untuk BLT Dana Desa sebesar Rp821,1 miliar, sehingga total salur BLT DD sebesar Rp6,7 triliun untuk 7,5 juta KPM.

Ketepatan sasaran, akuntabilitas, dan transparansi anggaran dalam pelaksanaan seluruh program penanganan dampak Covid-19 ini akan terus dijaga, termasuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pengawasan atas pemanfaatannya dilakukan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (Itjen di Kemenkeu), BPKP, BPK, Polri, dan Kejagung.

Simak informasi belanja negara selengkapnya dalam infografis berikut.


Sumber data: @ditpa.djpb

 

 

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search