Berita

Seputar Kanwil DJPb

Daya Serap Belanja DAK Fisik Masih Rendah, Rp243,83 Miliar Berpotensi Bakal Hangus

     Berdasarkan hasil pemantauan pada Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN), realisasi belanja Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sampai dengan Semester I 2020 dalam wilayah pembayaran KPPN Sorong baru mencapai Rp44,37 miliar (7,95 persen) dari total pagu sebesar Rp558,38 miliar. Hal ini masih dibawah capaian target pada tahap pertama sebesar 25 persen. Artinya kinerja penyerapan anggaran DAK Fisik ditengah penanganan Covid-19 pada pemda se-Sorong Raya masih belum memuaskan sehingga masih perlu digenjot kembali. Bahkan apabila data kontrak belum disampaikan pada OMSPAN sampai dengan 21 Juli 2020 bisa hangus karena tidak terserap. Demikian disampaikan Juanda, Kepala KPPN Sorong (8 juli 2020)

     Kepala Seksi Bank KPPN Sorong, Tumpak, menambahkan bahwa realisasi tersebut terbagi ke dalam 3 jenis. Pertama, realisasi DAK Fisik Sekaligus sebesar Rp1,31 miliar (100 persen) dari kontrak. Kedua, realisasi DAK Sekaligus Campuran baru mencapai Rp797,37 juta (0,56 persen) dari pagu sebesar Rp141,15 miliar. Namun batas persyaratan penyaluran DAK jenis ini masih longgar hingga bulan Desember. Yang ketiga, realisasi DAK Fisik Bertahap sebesar Rp42,26 miliar (10,2 persen) dari pagu sebesar Rp412,87 miliar. Dari realisasi DAK Fisik Bertahap ini, terdapat Rp243,83 miliar yang belum melakukan perekaman kontrak pada OMSPAN. Jumlah Rp243,83 miliar ini berpotensi bakal hangus apabila pemda sampai dengan tanggal 21 Juli belum mengajukan dokumen persayaratan dan belum melakukan perekaman kontrak pada OMSPAN.

 

     Tumpak menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi permasalahan penyaluran DAK Fisik. Pertama, rendahnya tingkat antusiasme Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melengkapi dokumen persyaratan pada OMSPAN. Kedua, lambatnya proses lelang yang dilaksanakan oleh OPD. Terakhir, sejak adanya pandemi Covid-19 membuat keterbatasan mobilitas dalam rangka penyusunan dokumen persyaratan penyaluran.

     DAK Fisik merupakan dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional guna mendukung pembangunan daerah setempat. Oleh karena itu sejalan dengan arahan Bapak Presiden bahwa dana yang telah dialokasikan agar segera dibelanjakan demi pemulihan ekonomi. Jadi jangan sampai uang DAK Fisik yang telah digelontorkan bakal menjadi hangus karena melewati batas waktu yang telah ditentukan pada tanggal 21 Juli 2020. Berarti masih tersisa 12 hari kalender lagi. Sayang juga kan miliaran rupiah jadi menguap tanpa ada hasil, tambah Juanda.

     Tumpak menambahkan bahwa koordinasi dengan pemda sudah disampaikan melalui korespondensi surat dinas dan melalui WA Grup, diharapkan melalui Radar Sorong bisa menjembatani publikasi DAK Fisik segera bisa digenjot realisasinya.

     Alokasi DAK Fisik ini sudah ada ini maka dihimbau agar pemda melalui OPD teknis agar bersinergi dengan BPKAD dapat segera menggenjot belanjanya. KPPN Sorong siap menyalurkan dana bila dokumen dinyatakan lengkap dan benar, tandas Juanda.

     Semoga  di masa pandemi Covid-19 ini, realisasi belanja DAK Fisik dapat memberi manfaat bagi masyarakat  dan pembangunan daerah se Sorong Raya, imbuh Juanda.

 

Kontributor naskah : Juanda, Kepala KPPN Sorong dan Tumpak Harapan, Kepala Seksi Bank KPPN Sorong

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search