Berita

Seputar Kanwil DJPb

COVID 19 Dan Aplikasi e-SPM

Corona Virus Disease 2019 atau yang sering disebut dengan Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Penyakit ini pertama kali terjadi pada Desember 2019 di Wuhan, China, dan sekarang sudah menjadi pandemi yang menyerang berbagai negara termasuk Indonesia. Secara global, sampai dengan saat ini sudah terjadi 5,370,375 kasus Covid-19 dan telah mengakibatkan kematian sebanyak 344.454 jiwa (sumber: WHO). Akhir-akhir ini, new normal merupakan kata-kata yang akrab didengar selama masa pandemic. Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (20/5/2020), Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, mengatakan bahwa new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal yang pada masa pandemi ini harus disertai dengan protokol kesehatan. Adapun protokol kesehatan yang dimaksud adalah dengan menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain sehingga bekerja, sekolah hingga beribadah serta banyak kegiatan lainnya harus dilakukan dari rumah saja.

Menyikapi hal tersebut, Dirjen Perbendaharaan, Bapak Andin Hadiyanto, melalui Surat Edaran Nomor SE-25/PB/2020 tanggal 16 Maret 2020 menyampaikan Tindak Lanjut Implementasi Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-5/MK.1/2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Kementerian Keuangan dan kemudian dilakukan penyesuaian pengiriman dokumen tagihan melalui Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan Nomor SE-31/PB/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Mekanisme Pengiriman Dokumen Tagihan Secara Elektronik Pada Masa Keadaaan Darurat Corona Virus Disease (Covid-19). Aturan tersebut diharapkan dapat mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan pelaksaan tugas dan fungsi pencairan dana, pengesahan pendapatan dan belanja, pengesahan pendapatan dan hibah, dan tugas fungsi lainnya pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan tetap dapat berjalan secara efektif dan efisien selama masa pandemi ini.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dibidang informasi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan cq Direktorat Pelaksanaan Anggaran dan Direktorat Sistem Informasi Teknologi Perbendaharaan menyiapkan suatu sistem informasi yang mengadopsi teknologi di bidang informasi berupa digitalisasi dokumen fisik sehingga bersifat paperless dan dapat memangkas waktu dan biaya dalam pelaksanannya. Adapun sistem Informasi yang dimaksud adalah eSPM. eSPM merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan sebagai sarana penyampaian Dokumen Elektronik Kontrak, Dokumen Elektronik RPD Harian, Dokumen Elektronik Gaji, Dokumen Elektronik SPM ke KPPN. Namun demikian, aplikasi eSPM ini hanya digunakan oleh Satuan Kerja pengguna Aplikasi SAS sedangkan untuk Satuan Kerja pengguna Aplikasi SAKTI dalam mengirimkan dokumen tagihan dapat menggunakan fitur upload ADK dan SPM pada portal SAKTI. Pada prinsipnya, pengiriman dokumen tagihan menggunakan Aplikasi eSPM atau menggunakan menu upload dokumen tagihan pada portal SAKTI sama yaitu Satuan Kerja tidak perlu datang ke KPPN secara tatap muka untuk mengantarkan dokumen tagihan dan hal ini tentu sejalan dengan protokol kesehatan selama masa pandemi yaitu dengan menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Secara nasional, penerapan eSPM sudah efektif sejak tanggal 27 April 2020. Untuk mendukung penerapan eSPM tersebut, KPPN Tapaktuan cq Seksi PDMS telah melakukan sosialisasi penerapan eSPM kepada seluruh Satuan Kerja Mitra KPPN Tapaktuan pada hari Selasa tanggal 21 April 2020 melalui Aplikasi ZOOM sesuai dengan Undangan Kepala KPPN Tapaktuan Nomor UND-6/WPB.01/KP.05/2020 tanggal 20 April 2020. Adapun yang menjadi peserta pada acara sosialiasi ini adalah petugas/operator SPM, PPSPM, dan atau pejabat yang berwenang atau yang mewakili. Sosialisasi yang berlangsung selama lebih dari 2 (dua) jam ini membahas tentang deskripsi dan prinsip Aplikasi eSPM, pengguna Aplikasi eSPM, fitur dalam Aplikasi eSPM, dan alur kerja Aplikasi eSPM serta diskusi atau tanya jawab terkait penggunaan aplikasi eSPM.

Upload dokumen tagihan melalui aplikasi eSPM dilakukan oleh user Operator Satuan Kerja sedangkan untuk melakukan monitoring penyampaian dokumen tagihan tersebut dilakukan melalui user PPSPM Satuan Kerja, namun sebelumnya user tersebut harus diaktivasi. Sampai dengan hari Rabu tanggal 27 Mei 2020 terdapat sebanyak 74 dari 77 atau sebesar 96.10% Satuan Kerja pengguna Aplikasi SAS sudah melakukan upload dokumen tagihan melalui aplikasi eSPM dengan total dokumen tagihan yang berhasil diproses sebanyak 1.077 SPM dengan nilai total SPM diproses sebesar Rp55.247.867.453. Untuk itu, dengan dimplementasikannya Aplikasi eSPM ini diharapkan proses pencairan dana APBN tetap dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien meski pada masa pandemi ini. Dan semoga dengan adanya pembatasan interaksi sosial secara langsung diharapkan dapat mengurangi penyebaran Virus Corona sehingga pandemi ini dapat segera berlalu.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search