Berita

Seputar Kanwil DJPb

Belanja Pegawai Masih Mendominasi Capaian Realisasi Belanja Kementerian Negara/Lembaga

     Sampai akhir Agustus 2020, realisasi Belanja Kementerian Negara/Lembaga (Belanja K/L) pada KPPN Tapaktuan lebih didominasi oleh Belanja Pegawai yang mencapai Rp215.473.170.477 atau 63,15% dari pagu anggaran Rp341.227.510.000 dan porsi Belanja Pegawai relatif cukup besar yakni mencapai 68% dari keseluruhan pagu Belanja K/L. Pengeluaran berupa kompensasi yang diberikan kepada pegawai negeri, pejabat negara, serta pegawai honorer sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi unit organisasi pemerintah ini, mengalami kenaikan rata-rata setiap bulannya sebesar 7,89%.

     Terdapat tiga belas satuan kerja yang mempunyai realisasi Belanja Pegawai di atas 75%, bahkan ada dua satuan kerja yang telah mencapai realisasi di atas 90%. Rata-rata realisasi Belanja Pegawai dari tujuh puluh satu satuan kerja yang mempunyai alokasi belanja pegawai sebesar 65,31% dan terdapat empat puluh tiga satuan kerja yang mempunyai realisasi di bawah rata-rata. Hal ini menggambarkan terdapat perbedaan yang cukup nyata atas capaian realisasi pada masing-masing satuan kerja, terkonfirmasi dengan data realisasi tertinggi sebesar 94,87% dan terendah di 39,27%.

     Selanjutnya realisasi belanja yang cukup baik adalah realisasi Belanja Sosial, merupakan pengeluaran yang diperuntukkan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan terjadinya resiko sosial, meningkatkan kemampuan ekonomi dan/atau kesejahteraan masyarakat. Realisasi Belanja Sosial sampai akhir Agustus 2020 sebesar Rp1.231.200.000 atau 62,68% dari pagu Rp1.964.400.000, dan pagu tersebut hanya 0,39% dari keseluruhan pagu Belanja K/L. Pada KPPN Tapaktuan Belanja Bantuan Sosial terdapat pada satuan-satuan kerja Kantor Kementerian Agama, yang merupakan bantuan pemerintah yang diperuntukan untuk para santri baik tingkat ulya, wustha maupun ula.

     Sedangkan Belanja Barang, yang merupakan pengeluaran untuk pembelian barang dan/atau jasa yang habis pakai, untuk memproduksi barang dan/atau jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan serta pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat serta belanja perjalanan, sampai dengan akhir Agustus 2020 telah terealisasi sebesar sebesar  Rp77.519.804.513  atau 53,14% dari pagu anggaran Rp145.891.984.000. Penambahan belanja barang mulai awal Juli sampai dengan akhir Agustus 2020 ini sebesar 13,85% atau rata-rata per bulan sebesar 6,64%.

     Pagu Anggaran untuk Belanja Modal pada Tahun 2020 ini sebesar Rp12.695.116.000 yang tersebar pada empat puluh sembilan satuan kerja dari delapan puluh enam satuan satuan kerja mitra KPPN Tapaktuan. Realisasi Belanja Modal sampai akhir Agustus 2020 sebesar Rp6.438.767.214 atau 50,72% dengan rata-rata capaian realisasi seluruh satuan kerja 67,19%. Hal ini menggambarkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan atas capaian realisasi antar satuan kerja. Sampai dengan akhir Agustus 2020, masih terdapat enam satuan kerja belum merealisasikan belanja modalnya sama sekali di samping dua puluh delapan satuan kerja telah mencapai realisasi di atas 90% bahkan banyak diantaranya telah menuntaskan pencairan keseluruhan pagu anggarannya.  Anggaran Belanja Modal pada KPPN Tapaktuan tersebut hanya 2,53% dari total Belanja K/L yang dikelola KPPN Tapaktuan pada tahun 2020 yang sebesar Rp501.779.010.000.

     Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto. Dengan pendekatan pengeluaran, Belanja Pemerintah merupakan salah satu unsur dalam perhitungan Pendapatan Domestik Bruto di samping konsumsi masyarakat, pengeluaran untuk investasi dan jumlah ekspor dan impor. Pada masa pandemi covid-19 ini, Belanja Pemerintah diharapkan memberikan konstribusi yang cukup signifikan mengingat unsur yang lainnya mengalami kendala untuk berkembang.

     “Strategi percepatan penyerapan untuk kuartal ketiga ini menjadi kunci agar kita bisa mengurangi kontraksi ekonomi atau bahkan diharapkan bisa menghindari dari technical ressesion yaitu dua kuartal negatif berturut-turut meskipun kalau dilihat di kuartal kedua, kontraksi di bidang konsumsi dan investasi cukup menantang untuk memulihkan memang dibutuhkan kerja all out oleh semua pihak,” kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan tertulis di laman Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Selasa, 25 Agustus 2020.

     KPPN Tapaktuan tiada hentinya selalu mengingatkan ke para Kuasa Pengguna Anggaran pada satuan kerja untuk menjaga dan mengoptimalkan rencana kegiatan dan pencairan dananya, namun adanya pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) membatasi beberapa rencana penyelenggaraan kegiatan, mengingat melalui Belanja Pemerintah diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara pada KPPN Tapaktuan termasuk penyaluran dana DAK Fisik dan Dana Desa, sampai dengan akhir Agustus 2020 sebesar 71,11%. (&i)

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search