Realisasi KUR Soppeng Tahun 2020, Sebesar Rp.385,80 M

Realisasi KUR Soppeng Tahun 2020, Sebesar Rp.385,80 M

       Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Soppeng Tahun 2020 mencapai sebesar Rp.385,80 miliar dan pada urutan yang kesebelas bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Tahun 2020 pada tanggal 17 Januari 2021, realisasi KUR di Kabupaten Soppeng tercatat sebesar Rp.385,80 miliar atau 3,73% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp.10,34 triliun.

       Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Soppeng juga pada urutan kesepuluh yaitu sebanyak 13.819 debitur atau 3,94% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 350.475 debitur.

       Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Soppeng, yaitu sebesar Rp.308,54 miliar atau 79,97% dari total realisasi sebesar Rp.385,80 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp.62,59 miliar atau 16,22%, dan Kredit Supermi (Super Mikro) sebesar Rp.14,67 miliar atau 3,80%.

       Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Soppeng, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp.345,64 miliar atau 89,59% dari total sebesar Rp.385,80 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp.22,83 miliar atau 5,92%. Bank BNI sebesar Rp.12,92 miliar atau 3,35%, BPD Sulselbar sebesar Rp.2,39 miliar atau 0,62%, BNI Syariah sebesar Rp.1,76 miliar atau 0,46% dan BRI Syariah sebesar Rp.250 juta atau 0,06%.

       Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Soppeng terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR yaitu sebesar Rp.189,97 miliar  atau 49,24%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp.123,78 miliar atau 32,09% dan ketiga sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan dan Perorangan lainnya sebesar Rp.25,65 miliar atau 6,65%, sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan.

       Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap kepada pelaku UMKM meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, dapat terus melakukan terobosan maupun inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya. Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah, yaitu bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.

 

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

KPPN Watampone
Jl. K.H. Agus Salim No.7, Macege, Tanete Riattang Barat, Watampone, Sulawesi Selatan 92732

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search