MENJADIKAN WEBSITE PERBENDAHARAAN SEBAGAI IDENTITAS DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Disadari maupun tidak, website www.perbendaharaan.go.id telah menjadi salah satu icon media informasi, pendidikan, dan komunikasi bagi Ditjen Perbendaharaan. Sebagai media informasi, website perbendaharaan menyediakan berbagai informasi tentang peraturan perundang-undangan, termasuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.

 

Sebagai media pendidikan, website perbendaharaan juga menampilkan informasi ilmiah tentang keuangan negara yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Bukan hanya itu saja, website juga menjadi sarana tercepat dalam mengkomunikasikan hal-hal yang dilaksanakan organisasi kepada masyarakat, lebih khususnya para stakeholder. Apalagi Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Perbendaharaan, sedang menjalankan program reformasi birokrasi yang harus terekspose dan diketahui masyarakat luas.

Sebagai sebuah media informasi, pendidikan, dan komunikasi, website perbendaharaan dapat menjadi sarana dalam pembentukan reputasi organisasi Sayangnya, kemajuan yang telah dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan seperti lelang online, penerbitan SP2D dalam 1 jam dan terobosan lainnya, kurang terpublikasi dengan baik. Sehingga, langkah-langkah kreatif yang selama ini dilakukan secara konsisten, kurang mampu mengangkat reputasi organisasi dimata masyarakat.

Membangun Reputasi Organisasi (sumber: www.mercubuana.ac.id)
Mengutip tulisan Charles J. Fombrun dalam bukunya reputation : Realizing Value From The Corporate Image (1996), terdapat 2 hal penting dalam membangun reputasi organisasi, yakni identitas organisasi dan citra organisasi.

Reputasi organisasi diawali dari identitas organisasi sebagai titik pertama yang tercermin dalam nama, penampilan fisik maupun visual dalam berbagai bentuknya. Bahkan identitas organisasi juga nampak pada hal-hal non-fisik seperti sejarah, nilai-nilai, dan filosofi perusahaan (organisasi), termasuk pelayanan, gaya kerja dan komunikasi penggiat organisasi dengan pihak luar (konsumen/masyarakat). Sedangkan citra organisasi merupakan kesan masyarakat terhadap identitas organisasi sebagaimana tercermin dalam interaksi sehari-hari. Dan kumpulan atas citra organisasi, dengan sendirinya akan membentuk reputasi organisasi.

Reputasi organisasi menggambarkan persepsi publik terhadap tindakan-tindakan organisasi yang telah berlalu dan prospek organisasi di masa datang dibandingkan organisasi sejenis. Adapun komponen pembentuk organisasi dijelaskan oleh Fombrun meliputi, kredibilitas (Credibility), terpercaya (Trustworthiness), keterandalan (Reliability), dan tanggungjawab sosial (Social Responsibility).

Kredibilitas merupakan citra yang ditujukan kepada investor (yayasan) dengan 3 karakteristik yaitu, memperlihatkan profitabilitas, dapat mempertahankan stabilitas dan adanya prospek pertumbuhan yang baik. Sedangkan terpercaya (Trustworthiness) merupakan citra para karyawan terhadap organisasi yang terbentuk dari rasa memiliki dan kebanggaan mereka.

Selain itu, reputasi organisasi juga terbentuk dari keterandalan (Reliability) atas kualitas produk atau jasa dan pelayanan prima yang diberikan kepada konsumen. Melengkapi itu semua, reputasi organisasi juga dibentuk dari peran organisasi dalam pengembangan masyarakat atau yang biasa disebut social responsibility.

Dari keempat komponen pembentuk reputasi organisasi tersebut, dapat dipilih salah satu yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan. Namun jika sumber daya organisasi memungkinkan, keempatnya dapat dijalankan secara beriringan. Dengan upaya terus-menerus, konsisten serta adanya komitmen untuk membangun citra tersebut, maka proses membentuk reputasi positif lembaga tidaklah sulit.

Website Perbendaharaan Sebagai Identitas Organisasi
Sebagai media infromasi, komunikasi dan pendidikan, website perbendaharaan memegang peranan penting dalam membangun reputasi organisasi. Untuk itu, perlu kiranya menjadikan website perbendaharaan sebagai identitas organisasi. Sehingga, Website Perbendaharaan akan menjadi sumber informasi sekaligus menjadi titik pertama untuk membangun reputasi organisasi. Misalnya membangun citra keterandalan (Reliability), bahwa selama ini Direktorat Jenderal Perbendaharaan sudah menjalankan program reformasi birokrasi dengan memberikan pelayanan prima kepada stakeholders sehingga akan membangun reputasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai organisasi dengan pelayanan yang prima.

Untuk itu, upaya menjadikan website perbendaharaan sebagai identitas organisasi harus didukung dengan memperkenalkannya/memasarkannya kepada stakeholders. Mengutip Philip Kotler dan Nancy Lee, penulis buku Pemasaran di Sektor Publik (2007) bahwa mengembangkan komunikasi adalah proses yang dimulai dari menentukan pesan kunci, termasuk di dalamnya gaya dan sentuhan yang diinginkan.

Pesan kunci ini diharapkan stakeholders mengetahui ada identitas organisasi dan diharapkan tidak sebatas mempercayai website ini sebagai identitas organisasi tetapi juga materi komunikasi yang terdapat di dalamnya. Namun tidak hanya itu, stakeholders diharapkan melakukan tindakan tertentu seperti menjadikan website perbendaharaan sebagai sumber atau rujukan informasi di bidang keuangan negara pada umumnya dan perbendaharaan negara pada khususnya.

Menjadikan website perbendaharaan, www.perbendaharaan.go.id, sebagai identitas Direktorat Jenderal Perbendaharaan diharapkan dapat membentuk citra-citra posisif yang pada akhirnya memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun reputasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Hal ini harus diikuti dengan upaya untuk memperkenalkannya kepada semua stakeholder. Untuk itu, mari kita memulainya!

Oleh : Muchamad Amrullah*
*Pelaksanan Bagian Sekretariat Ditjen Perbendaharaan

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search