Bedah Risiko Keamanan Penggunaan Transaksi Elektronik

Workshop Keamanan Transaksi Elektronik Direktorat Transformasi Perbendaharan
Jakarta
, perbendaharaan.go.id - Transaksi elektronik semakin menjadi pilihan utama bagi private organization maupun public organization dalam setiap aktivitas operasionalnya. Selain kemudahan yang ditawarkan, transaksi elektronik juga memberikan jaminan keamanan yang lebih dibandingkan dengan transaksi yang bersifat tunai. Namun, transaksi elektronik bukan tanpa kelemahan. Masih ada risiko terjadinya gangguan keamanan. Karenanya, untuk mengetahui risiko tersebut dan langkah-langkah penyelesaiannya, Direktorat Transformasi Perbendaharaan (TP) menggelar Workshop Keamanan Transaksi Elektronik, Senin (13/7).
 
Acara yang dibuka langsung oleh Paruli Direktur TP dan dihadiri pejabat kantor pusat Ditjen Perbendaharaan (DJPBN) dan beberapa perwakilan KPPN tersebut, bertujuan untuk mempelajari risiko di balik penggunaan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) dengan aplikasi berbasis Commercial Off-The-Self (COTS). Selain itu, workshop ini diharapkan mampu mengenalkan area dan penyebab risiko dari kejahatan komputer, mampu menguasai konsep analisa risiko penggunaan TIK berikut pengamanan informasinya dan dapat mengevaluasi beberapa contoh risiko yang akan timbul dalam implementasi sistem baru. Hal-hal diatas diperlukan untuk menjamin keamanan data, termasuk transaksi elektronik pada sistem yang telah diterapkan dan akan dibentuk oleh DJPBN.

Dalam sambutannya, Bapak Paruli mengharapkan materi yang dibahas pada workshop ini mampu memberikan nilai tambah dan turut memberikan panduan dalam pelaksanaan tugas para pegawai Ditjen Perbendaharaan. Beliau menambahkan bahwa Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN) yang saat ini tengah dibangun merupakan sistem yang telah dipakai dan terbukti secara internasional. Untuk mengokohkannya perlu diperhatikan seluruh aspek keamanan elektronik, termasuk kedisiplinan dan sinergi semua pihak.

Workshop tersebut menghadirkan pemateri yang ahli bidang teknologi informasi, khususnya bidang perbankan dan keuangan negara, Bapak Hari S. Noegroho. Selain itu, turut juga memberikan materi dua orang staf dari Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan Depkeu, Teguh Darmono dan Nopa Andriana.

Sesi pertama dan kedua diisi oleh Bapak Hari S.Noegroho. beliau membahas aspek-aspek yang terkait dengan penataan pengamanan risiko penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam sesi ini dibahas area risiko dalam penggunaan TIK, pemberian hak akses dan pengelompokannya serta pengamanan proses data dan informasi.

Pada sesi kedua, ahli IT bidang perbankan dan keuangan Negara tersebut mengangkat tema &rdquoPengamanan Dini Dengan Memahami Risiko Penggunaan Sarana TIK&rdquo. Pada sesi ini, penyaji membahas detil risiko yang dapat timbul atas penggunaan TIK. Risiko-risiko tersebut meliputi risiko penggunaan personal komputer, pengoperasian data centre, jaringan komunikasi data, akurasi sistem data dan informasi hingga risiko yang mungkin terjadi saat keadaan darurat. Selain itu, potensi risiko juga berasal dari faktor eksternal seperti petir, arus statik, kualitas lingkungan sekitar (air, udara, api, binatang pengerat) hingga risiko yang muncul akibat perbuatan manusia seperti pencurian atau perusakan sarana IT. 

Sesi selanjutnya membahas Security Awareness & Security Network yang disajikan oleh Teguh Darmono dan Nopa Andriana. Pada sesi ini dibahas dua hal yaitu desain dan prosedur keamanan informasi serta aspek-aspek teknis dalam keamanan sistem dan jaringan.

Oleh: Hemidon dan Dody Dharma Hutabarat (Kontributor Dit. TP)
Pertanyaan dan saran agar dialamatkan ke: hutabarat [at] perbendaharaan [dot] go [dot] id.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search