Cerita Reformasi Dari Selatan Pulau Jawa

Liputan Roadshow Dirjen Perbendaharaan di KPPN Cilacap &ndash Purworejo - Wates
Wates, perbendaharaan.go.id &ndash Menempuh perjalanan darat yang jauh untuk mengunjungi para anak-anak*nya di daerah, sepertinya sudah bukan merupakan sebuah hambatan lagi bagi Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo. Di tengah-tengah kesibukannya sehari-hari, beliau masih dapat menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa unit vertikal Ditjen Perbendaharaan di selatan pulau Jawa, Jum&rsquoat (25/6).

Melanjutkan roadshow di beberapa Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Jawa Tengah &ndash Jawa Timur yang pernah dilakukan Dirjen Perbendaharaan pada akhir tahun 2009 lalu, kali ini giliran KPPN Cilacap &ndash Purworejo &ndash Wates dikunjungi oleh beliau.

Mengawali perjalanan darat-nya kali ini, Herry Purnomo ditemani oleh Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI), Anandy Wati berangkat hari Kamis sore (24/6) pukul 17.30 dari Jakarta menggunakan kereta api Bima Express jurusan Jakarta Gambir &ndash Surabaya Gubeng. Tepat pukul 22.30, kereta pun tiba di Stasiun Purwokerto. Malam itu kemudian dilewati beliau di Hotel Dinasty, Purwokerto.

KPPN Cilacap
KPPN Cilacap dapat dicapai dalam waktu 1.5 jam dengan angkutan darat dari kota Purwokerto. Kantor yang terkesan darurat karena bertempat di gedung yang sedianya diperuntukkan untuk rumah dinas kepala kantor, terlihat tetap berusaha mengedepankan pelayanan prima untuk para stakeholder-nya. KPPN yang diresmikan pada tanggal 28 Mei 2004 tersebut telah merubah tampilan lay-out ruang pelayanannya tiga tahun belakangan layaknya KPPN Percontohan. Sebuah usaha yang patut dihargai mengingat keterbatasan ruangan yang dimiliki kantor ini.

&ldquoSebuah hal yang membanggakan melihat KPPN Cilacap telah mengaplikasikan SOP KPPN Percontohan,&rdquo ujar Dirjen Perbendaharaan ketika memberikan pengarahan kepada para pegawai yang berjumlah hampir 20 orang tersebut. &ldquoIni berarti KPPN Cilacap telah cepat tanggap untuk memberikan layanan yang terbaik,&rdquo tambah beliau menyemangati.

Herry Purnomo dalam pengarahnnya ketika didampingi oleh Kepala Kanwil DJPBN Prov. Jawa Tengah, Minto Widodo Direktur SMI, Anandy Wati dan Kepala KPPN Cilacap, Supriyanto, membuat perbandingan volume kerja antara jumlah pegawai sebanyak 30 orang dengan jumlah satker yang dikelola sejumlah 56 satker. Menurut beliau dengan perbandingan tersebut, produktivitas kerja yang ada belum dapat dibandingkan dengan KPPN Percontohan. &ldquoJumlah pegawai masih terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah satker yang dilayani,&rdquo jelas beliau. &ldquoHal ini menyebabkan produktivitas kerja belum optimal.&rdquo Pernyataan ini digunakan beliau sebagai alasan mengapa belum adanya remunerasi tambahan untuk KPPN Non Percontohan yang sudah menjalankan SOP dan lay-out pelayanan prima ala KPPN Percontohan seperti halnya KPPN Cilacap.

Pada kesempatan ini, Dirjen Perbendaharaan juga menghimbau semua pegawai untuk tidak kembali ke masa lalu dengan mengulang praktek mempersulit satker. &ldquoWalaupun (unit-unit layanan DJPBN, red) Jawa Tengah telah terbukti menjaga komitmen reformasi birokrasi sehingga diindikasikan aman tanpa adanya keluhan dari satker yang dilayani sampai saat ini, tidak berarti menjadi alasan untuk tidak memeliharanya,&rdquo seru beliau.

Hal lain yang menjadi perhatian Herry Purnomo adalah posisi KPPN di masa yang akan datang, khususnya pada saat SPAN mulai dijalankan. &ldquoPada saat SPAN diterapkan, KPPN berperan untuk memberikan bimbingan satker di wilayah kerjanya. Untuk itulah diperlukan sosialisasi kepada mereka mengenai change management terutama untuk merubah sikap dan mindset,&rdquo jelas Dirjen semangat.

Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai KPPN yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan opini Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dari opini disclaimer menjadi Wajar dengan Pengecualian (WDP). Menurut beliau, peran KPPN tidak dapat dianggap remeh dalam pencapaian ini. &ldquoKPPN telah melaksanakan tugasnya untuk membantu penyusunan LKPP dalam bentuk pengelolaan transaksi-transaksi penerimaan dan pengeluaran satker, ini adalah hal yang sangat baik.&rdquo Beliau menambahkan bahwa, &ldquotantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan opini tersebut dan berusaha untuk mencapai Wajar Tanpa Pengecualian.&rdquo
Setelah menyelesaikan kunjungannya di KPPN Cilacap, Dirjen Perbendaharaan menyempatkan diri untuk melihat satu bidang tanah yang akan menjadi lahan untuk membuat gedung KPPN yang baru sebelum melanjutkan perjalanan ke Purworejo.


KPPN Purworejo
Dari sekian banyak KPPN di seluruh Indonesia, mungkin KPPN Purworejo yang paling yang memberikan kesan mendalam kepada Herry Purnomo. Di kantor ini, hampir dua puluh tahun yang lalu, kali pertama beliau mendapatkan promosi pejabat eselon IV. Kesan tersendiri juga dirasakan oleh beberapa pegawai yang sempat merasakan satu kantor dengan beliau di saat itu. Beberapa foto kegiatan Herry Purnomo dikala menjadi Kepala Seksi Umum di Kantor Kas Negara Purworejo sempat ditampilkan di akhir acara pengarahan.

Pada saat meninjau KPPN Purworejo, Dirjen Perbendaharaan sempat mengomentari Kantin Kejujuran yang berwujud sebuah kotak pendingin minuman botol hasil kerjasama dengan salah satu perusahaan minuman ringan terlihat di sudut ruang pelayanan. Menanggapi pola pembayaran minuman yang hanya mengandalkan kejujuran pembeli, beliau berkata kepada Kepala KPPN Purworejo, Agung Yulianta, &ldquoPernah rugi nggak?&rdquo Pertanyaan polos tersebut langsung disusul gelak tawa beberapa pegawai yang berada di sekitar beliau waktu itu.

Dalam pengarahannya di kantor yang diperKuat oleh 48 orang pegawai ini, Herry Purnomo mengapresiasi semangat KPPN Purworejo dalam memberikan pelayanan prima kepada 69 satker yang ada. &ldquoTerakhir saya ke sini beberapa waktu yang lalu, bentuk kantor masih seperti yang dulu. Sekarang, lay-out front office sudah terlihat dengan tata ruang yang cukup luas dan nyaman untuk melayani petugas satker,&rdquo ujar beliau senang.

Sekali lagi beliau meminta para pegawai untuk membuktikan diri dengan bekerja lebih baik tanpa mempertanyakan remunerasi tambahan karena telah menjalankan SOP dan lay-out KPPN Percontohan. &ldquoMenunjukkan kerja dengan perbaikan di sisi pelayanan sudah merupakan kewajiban,&rdquo ujar beliau. &ldquoBeban pekerjaan yang ada di KPPN Non Percontohan belum seberat KPPN Percontohan yang hanya mengandalkan sejumlah kecil pegawai hasil assesment untuk melayani satker yang banyak.&rdquo

Untuk mendukung peran KPPN ke depan, Dirjen menyampaikan bahwa pola pelatihan akan lebih terfokus pada tupoksi pegawai di front office, middle office dan back office bekerja sama dengan Pusdiklat Perbendaharaan BPPK serta Bagian Pengembangan Pegawai, Sekretariat DJPBN. Selain itu, pola pelayanan KPPN Percontohan yang sudah diterapkan di KPPN Purworejo juga akan memberikan keuntungan menghadapi implementasi SPAN nantinya. &ldquoSistem yang dibangun dalam SPAN dibangun dengan menggunakan pola kerja dan layout KPPN Percontohan,&rdquo jelas beliau.

Setelah foto bersama, rombongan Dirjen Perbendaharaan ditambah dengan Kepala Kanwil DJPBN Prov. Yogyakarta, Rudy Widodo meninggalkan kota Purworejo dan bergegas menuju KPPN Wates sebelum malam tiba.

KPPN Wates
KPPN Wates yang selesai dibangun pada bulan September 2009 dan mulai ditempati pada bulan Januari 2010 ini terlihat megah di tengah lahan yang luas. Hery Purnomo, pada saat meninjau ruang layanan (front office) dan middle office sempat mengatakan bahwa secara umum, tampilan yang ada sudah patut diapresiasi, hanya saja masih perlu adanya beberapa perbaikan, diantaranya penyediaan toilet untuk petugas satker di ruang layanan dan pemasangan sketsel untuk menghindari aliran udara langsung dari pintu masuk dan pintu keluar di belakang kantor.

Pengarahan Dirjen Perbendaharaan tidak berlangsung lama di KPPN Wates, hal ini disebabkan beliau tidak ingin menahan terlalu lama beberapa pegawai yang ingin pulang kampung ke rumahnya masing-masing untuk menghabiskan akhir pekan.

Setelah mengapresiasi gedung kantor baru yang dimiliki KPPN Wates, beliau meminta para pegawai untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholder-nya. &ldquoSaya sangat mendukung pengembangan SMS getaway yang sudah ada,&rdquo ujar beliau menyemangati. &ldquoSaya bahkan berharap tugas pelayanan yang klerikal ke depan dapat dikurangi dengan penggunaan e-service,&rdquo tambah beliau memberikan inspirasi.

Roadshow Dirjen Perbendaharaan kali ini akhirnya ditutup dengan perjalanan menuju Yogyakarta yang hanya ditempuh dalam waktu setengah jam.

Oleh: Tonny W. Poernomo - Media Center Ditjen Perbendaharaan

* mengutip ucapan Kepala Kanwil Ditjen PBN Prov. Jawa Tengah saat memberikan laporan kepada Dirjen PBN di KPPN Purworejo.

 

Foto selengkapnya dapat dilihat disini

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search