PERAN PEREMPUAN DALAM MENYUARAKAN SEMANGAT ANTI KORUPSI

  

Korupsi di Indonesia masih  sangat memprihatinkan, Menurut laporan dari lembaga Transparancy International (TI) saat ini Indonesia masih berada pada predikat negara sangat korup. Dari tahun ke tahun masih saja ada korupsi yang nilainya sangat fantastis.kerugian negara akibat dari perbuatan korupsi pun semakin besar, dan dampak dari korupsi yang dirasakan secara langsung sampai saat ini biaya kesehatan mahal, pendidikan mahal, angka kemiskinan semakin meningkat, banyaknya pengangguran, besaran pajak meningkat, angka kriminalitas meningkat, serta pertumbuhan ekonomi melambat.

Korupsi ternyata telah terjadi sejak zaman dahulu, sejak zaman penjajahan Belanda, Korupsi mulai ditanamkan oleh bangsa yang sering disebut dengan kompeni ini.  Mereka mengangkat petinggi-petinggi lokal lalu memberinya upeti. Selain itu mereka juga mengajari bagaimana mendapatkan uang dengan memeras rakyat dan memakai uang dari pemerintahan. Selaian itu di zaman-zaman kerajaan seperti Singasari, Majapahit hingga Demak. Korupsi sudah menyusup masuk dan akhirnya membuat kerajaan yang besar ini jadi hancur. Motifnya adalah sama. Memperkaya diri sendiri dan ingin mendapatkan kekuasaan yang paling tinggi. Akhirnya perang pun tak bisa dihindarkan. Korupsi di Indonesia sepertinya sudah mengakar dengan kuat, sangat sulit untuk dihilangkan. Bahkan sekarang korupsi telah menjelma menjadi sebuah pohon besar yang akan diwariskan dari generasi ke generasi. Parahnya lagi  bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan.

Tentu keadaan ini menjadikan kita pesimis terhadap bangsa kita ke depan, perlu penanganan korupsi secara dini dan massif untuk generasi ke depan dan memangkas akar yang kuat tadi, sehingga yang ditularkan bukan korupsinya melainkan anti korupsinya.

Sejauh ini langkah pencegahan korupsi yang masif sering disosialisasikan masih terbatas kepada aparat pemerintahan atau masih pada lingkungan kantor,  padahal kita lupa dengan lingkungan dekat kita, lupa dengan keluarga kita, anak-anak kita yang merupakan penerus bangsa, semangat anti korupsi perlu dikenalkan dan ditanamkan sejak mereka lahir kepada mereka, sehingga bibit-bibit atau perilaku-perilaku korupsi dapat dihilangkan.

perempuan memiliki peran penting dalam hal pendidikan dan pencegahan korupsi. orang yang paling berperan untuk menanamkan kejujuran pada anak-anak adalah seorang ibu. Perempuan memiliki peran atau pengaruh yang sangat besar dalam keluarganya. Peran orangtua sangatlah besar untuk menjadikan anak tersebut akan menjadi apa di  masa yang akan datang, sangat berperan penting untuk kesuksesan sang anak. Oleh  karena itu sebagai orangtua harus berhati-hati dalam mendidik dan membesarkan anak, orangtua menjadi contoh bagi anak. Orangtua dapat mengajari, mengenalkan, dan mengamalkan secara dini terkait 9 nilai dasar anti korupsi yakni jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Hal ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mendidik anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang jujur serta sebagai orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak, misalnya melarang anak untuk tidak menyontek di sekolah, hal tersebut dapat membentuk perilaku koruptif bagi anak.Perilaku koruptif itu sendiri adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan pengetahuan seseorang yang menjebakkan dirinya pada kegiatan korupsi.

Dibutuhkan cara luar biasa untuk menangani korupsi di Indonesia. Butuh dukungan semua pihak untuk memperbaiki kondisi itu, baik dari pemerintah, legislatif ,swasta, dan masyarakat untuk menjadikan negara ini keluar dari zona merah negara paling korup, Oleh karena itu, KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi terdapat program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang menyasar kaum perempuan atau ibu. Tujuan idealnya adalah agar di setiap rumah, di dalam keluarga di Indonesia akan ada satu orang yang bisa bicara tentang korupsi. ketika para ibu atau perempuan mendapat ilmu tentang apa itu korupsi, besar harapan akan menularkan semangat anti korupsi bukan hanya kepada suami dan anak-anaknya tetapi juga ke lingkungan sekitarnya, baik melalui arisan, reuni, pengajian.Dengan program tersebut, para ibu atau perempuan akan dilatih untuk menjadi agen SPAK. Di antaranya, dibekali dengan pengetahuan mengenai gratifikasi, penyuapan, hingga dasar hukum tentang korupsi.

Kini, giliran kita kaum perempuan mewujudkan negara bebas korupsi, tidak harus menjadi agen SPAK untuk melakukan perubahan dan menularkan semangat anti korupsi, dimulai dari diri sendiri untuk berkomitmen dan konsisten menjauhi perilaku-perilaku yang berindikasi korupsi kemudian berani menyampaikan kebenaran serta mampu menularkan semangat anti korupsi ke lingkungan terdekat, teman, keluarga, dan anak harapannya semoga dengan  peran perempuan mampu membentengi keluarganya dari perilaku koruptif dan menjadi virus positif yang dapat menularkan pada lingkungan sekitar, sehingga lambat laun korupsi yang telah mengakar kuat tadi menjadi lemah, dan semangat anti korupsi dapat mengakar kuat yang dapat memberikan perubahan yang besar bagi bangsa kita tercinta, ke depannya menjadikan Indonesia menjadi lebih baik dan sebagai Indonesia yang clean governance. Mari kita para perempuan mendukung program pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi.mari kita para perempuan berbuat sesuatu untuk negari kita tercinta.

Sadarkah kita bahwa tidak hanya masa depan keluarga berada di tangan perempuan, tetapi juga masa depan bangsa.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada semua perempuan.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search