Berita

Seputar Kanwil DJPb

KPPN Madiun gelar FGD Program PEN

Dampak pandemi COVID-19 sangat massif terhadap keberlangsungan ekonomi, begitu juga di Kota Madiun. Bukan hanya dibidang kesehatan, pandemi juga mengakibatkan keadaan ekonomi tertekan. Kondisi tersebut mendorong Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergitas Stakeholder Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Daerah di Masa Resesi.

FGD dihadiri Wali Kota Madiun Maidi juga beberapa narasumber, yakni Rektor Unipma Parji, Direktur Politeknik Negeri Madiun Fajar Subhkan, Kakanwil DJKN Provinsi Jatim/Kaper Kemenkeu Provinsi Jatim Eto Sunaryanto. Kepala BI Cabang Kediri Sofwan Kurnia, dan moderator dari perwakilan Unmer Madiun Imron. “Kegiatan ini sebagai wujud peran serta aktif KPPN Madiun sebagai representasi Kementrian Keuangan di daerah dalam mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).” ujar Kepala KPPN Madiun yang juga berperan sebagai narasumber FGD pada tanggal 11 November 2020 kemarin.

Kepala KPPN Madiun tidak menampik muncul kekhawatiran stabilitas ekonomi di masa resesi ini bakal sangat berpengaruh bagi Kota Madiun. Namun, kekhawatiran itu sirna ketika melihat pertumbuhan ekonomi yang membaik dan adanya komitmen kuat dari Wali Kota Madium Maidi untuk tetap menjafa berputarnya roda perekonomian melalui berbagai kebijakan. “Kami optimis 2021 ekonomi Madiun akan lebih baik.”tuturnya.

Kepala KPPN Madiun menjelaskan, bentuk sinergi dalam mejaga stabilitas ekonomi daerah di masa pandemi, pertama dengan konsolidasi program kegiatan. Misalnya minggu lalu KPPN Madiun mengadakan pelatihan akuntansi dasar bagi pelaku UMKM. Tujuannya agar UMKM bisa tumbuh dengan pengelolaan keuangan yang baik. Kedua dengan menjalin komunikasi kebijkan yang lebih intens. Seringkali kebijakan pemerintah tidak diketahui dan dipahami pelaku UMKM. “Berbagai relaksasi dan bantuan terkadang tidak terkomunikasikan dengan baik, sehingga pelaku UMKM Madiun kehilangan kesempatan menikmati kemudahan itu,”jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan bahwa kota Madiun persentase resesinya sangat kecil. Hal ini didukung masyarakat yang patuh dalam penerapan protokol kesehatan, itu merupakan dasar Kota Madiun bisa menggenjot ekonomi kota. “Perubahan perilaku sudah berjalan dengan taat kini kami gencar program-program bersama UMKM dengan menjadikan Madiun kota wisata,” paparnya.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search