Sharing Session dengan Filipina, Optimalisasi Treasury Single Account dalam Pengelolaan Kas Negara

Dasar pengelolaan kas negara telah diimplementasikan secara penuh oleh pemerintah Indonesia. Namun demikian, pemerintah tidak berhenti untuk meningkatkan fungsi pengelolaan kas negara. “Peningkatan lebih lanjut masih terus diperlukan. Misalnya, ketika sebagian besar saldo kas pemerintah telah dikonsolidasikan dalam Treasury Single Account (TSA), masih terdapat beberapa saldo yang tersisa yang harus ditinjau kembali dan memerlukan kebijakan lebih lanjut untuk dikonsolidasikan ke dalam TSA,” ungkap Direktur Pengelolaan Kas Negara, Noor Faisal Achmad, dalam kegiatan Treasury Sharing Session (TSS) dengan Filipina pada Jumat (11/6).

TSA merupakan landasan utama dalam pengelolaan kas karena menyatukan seluruh kas pemerintah agar dapat digunakan dalam pengelolaan kas dan pengeluaran secara optimal. Filipina menerapkan aturan yang ketat dalam pembukaan rekening baru dan penutupan rekening yang tidak diperlukan seperti halnya di Indonesia. Akan tetapi, interest rate TSA di Bank Sentral Filipina lebih tinggi daripada deposit interest rates di Bank Umum, meskipun Bank Sentral mereka juga Independen. Dalam pengelolaan digitalisasi treasury, Filipina menitikberatkan pengawasan pada arus masuk dan keluar TSA, selisih pendapatan negara, dan klasifikasi pengeluaran menurut jenis sumber dananya.

Di samping itu, dalam pengelolaan investasi dan utang, Filipina menerapkan pembiayaan bond sinking fund di mana sebagian surplus realisasi anggaran (SiLPA) pada tahun berjalan digunakan untuk membayar utang pemerintah dalam negeri sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk membeli surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Filipina.

DJPb kembali menyelenggarakan Treasury Sharing Session (TSS) dengan tema “Praktik Manajemen Kas dan Manajemen Perbendaharaan di Filipina" bersama Bureau of the Treasury of the Philippines (BTr) dengan narasumber Mr. E

duardo Anthony G. Mariño III, Direktur Pelayanan Pengelolaan Aset dari Biro Perbendaharaan Filipina. Acara ini merupakan rangkaian ketiga atas TSS tahun 2021 setelah sebelumnya DJPb menyelenggarakan TSS dengan Prancis dan Vietnam.

Melalui TSS dengan BTr, Indikator Kinerja Utama Filipina dapat dibagikan sebagai bentuk masukan dalam perbaikan Pengelolaan Kas Negara Indonesia. “Indikator yang dapat digunakan sebagai masukan antara lain praktik manajemen kas dan manajemen perbendaharaan dengan menekankan praktek TSA, pengelolaan investasi/kas, pengelolaan kas dan utang, proyeksi arus kas, dan koordinasi Bank Sentral dengan digitalisasi treasury di Filipina,” jelas Faisal.

TSS merupakan kegiatan kerja sama pertukaran informasi dan pengetahuan antar negara dengan tujuan untuk penyusunan Kajian Modern Treasury sehingga dapat diaplikasikan pada negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan ASEAN untuk meningkatkan pengelolaan kas negara. Selanjutnya, dalam rangkaian terakhir TSS, DJPb berencana mengadakan kembali TSS dengan negara Amerika Serikat.

(Kontributor Direktorat PKN: Faisal Zulmy)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search